Teknoloko.com – Rencana peluncuran Vivo S50 dan S50 Pro Mini pada 15 Desember 2025 bukan sekadar pengumuman produk baru. Langkah ini merupakan sebuah manuver strategis yang cermat untuk menguasai dua segmen pasar sekaligus dalam satu garis produk, mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang diversifikasi selera konsumen.
Seri Vivo S telah lama dikenal dengan fokusnya pada kamera berkualitas dan desain yang estetis untuk segmen menengah-ke-atas. Dengan meluncurkan dua varian sekaligus, Vivo tampaknya sedang menerapkan strategi “satu ukuran tidak cocok untuk semua”.
Vivo S50, dengan layar 6,7 inci, ditujukan bagi pengguna yang menginginkan layar luas untuk konsumsi multimedia dan produktivitas. Sementara S50 Pro Mini, dengan layar 6,3 inci, menjadi jawaban atas permintaan pasar yang masih tinggi terhadap ponsel flagship berukuran kompak yang mudah digenggam dan dioperasikan dengan satu tangan.
Peluncuran ini juga mengisyaratkan tren “de-pro” yang menarik. Biasanya, label “Pro” menandai varian tertinggi dan terbesar. Namun, “Pro Mini” justru mengombinasikan konsep premium (“Pro”) dengan faktor bentuk yang kecil (“Mini”).
Ini menunjukkan bahwa fitur unggulan seperti chipset terbaru, kamera terbaik, dan pengisian daya super cepat tidak lagi menjadi monopoli ponsel berlayar besar.
Dengan jadwal rilis di pertengahan Desember, Vivo jelas memanfaatkan momen puncak belanja akhir tahun. Kedua ponsel ini tidak hanya akan bersaing dengan sesama penerus seri-S dari merek lain, tetapi juga berpotensi menarik konsumen yang menginginkan ponsel “canggih” sebagai hadiah pergantian tahun. K
eberhasilan dual launch ini akan diuji oleh seberapa baik Vivo dapat mendiferensiasikan kedua produknya, tidak hanya di ukuran layar, tetapi juga dalam proposisi nilai yang unik untuk setiap tipe pengguna.


