Teknoloko.com – Samsung secara resmi mengangkat tirai untuk acara peluncuran utamanya di Consumer Electronics Show (CES) 2026 mendatang (24/12).
Acara bertajuk “The First Look” dengan tagline “Your Companion to AI Living” ini akan menjadi panggung bagi raksasa elektronik Korea itu untuk memperkenalkan rangkaian baru TV, monitor, dan perangkat rumah tangga yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan.
Acara yang dijadwalkan pada 4 Januari di Las Vegas ini menegaskan komitmen Samsung untuk menjadikan AI bukan sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai fondasi pengalaman pengguna di seluruh ekosistem perangkatnya.
Dari teaser singkat yang dirilis, kita bisa melihat sekilas TV dengan bezel super tipis dan finishing metalik, yang kemungkinan merupakan generasi terbaru dari seri Neo QLED atau OLED Samsung.
Namun, bintang utama dari narasi “AI Living” ini mungkin justru datang dari kategori lain. Video tersebut juga menunjukkan robot vacuum cleaner yang dilengkapi kamera, mengisyaratkan kemampuan navigasi dan penghindaran rintangan berbasis AI yang lebih cerdas.
Pengumuman sebelumnya juga menyebutkan bahwa Samsung berencana membawa asisten AI Google Gemini ke dalam lemari es Bespoke AI-nya, yang dapat membantu pengguna mengelola stok makanan, merencanakan menu, atau bahkan menemukan resep.
Kehadiran pimpinan tinggi Samsung di panggung—termasuk TM Roh (CEO Samsung Device Experience) dan SW Yong (Kepala Divisi Visual Display)—menunjukkan pentingnya momen ini.
Ini bukan sekadar peluncuran produk, tetapi deklarasi visi tentang bagaimana rumah masa depan beroperasi. Samsung ingin posisikan AI sebagai “rekan” yang mulus membantu dalam aktivitas sehari-hari, dari hiburan yang disesuaikan dengan preferensi di TV, hingga pemeliharaan rumah yang otonom melalui perangkat elektrik.
Strategi ini adalah respons terhadap persaingan ketat di pasar gadget dan smart home. Dengan menghadirkan AI secara horizontal di banyak lini produk, Samsung berharap dapat mengunci pengguna dalam ekosistemnya sendiri dan menciptakan nilai tambah yang sulit ditiru oleh merek yang hanya menjual produk tunggal.
Pertanyaan besarnya adalah seberapa dalam dan berguna integrasi AI ini nantinya? Apakah ia akan menjadi asisten yang benar-benar memahami konteks dan proaktif, atau hanya sekadar perintah suara yang dihias dengan nama “AI”? Jawabannya akan mulai terungkap di The First Look, yang akan menjadi penanda arah industri konsumen elektronik untuk tahun 2026.

