Teknoloko.com – Ajang China International Big Data Industry Expo 2025 resmi dibuka pada tanggal tersebut di Guiyang, Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya dan banyaknya pameran teknologi canggih (31/08).
Pameran ini menyoroti inovasi teknologi AI terkini dan integrasi data yang efisien, dengan tujuan memperkuat konvergensi industri serta mempercepat pertumbuhan ekonomi berkualitas tinggi.
China dan beberapa negara tengganya memang sudah Next Level, teknologi yang semakin canggih ini diterapkan di banyak lini kehidupan.
Tentu saja teknologi ini mempermudah banyak masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, tidak hanya itu, dari sisi keuntungan negara juga tergolong saling menguntungkan.
Eksoskeleton, Robot & Inovasi Interaktif Lainnya Pecahkan Batas
Para pengunjung disuguhkan deretan teknologi futuristik, mulai dari anjing robot yang menari seperti dalam pertunjukan barongsai, hingga platform eksoskeleton yang memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman panjat dinding secara realistia.
Teknologi ini memang sedang populer di China, bahkan ada robot anak kecil yang digunakan untuk menemani anak-anak bermain sambil belajar di TK.
Panggung Global untuk Kolaborasi Digital
Pameran tahun ini bukan sekadar ajang lokal, ada lebih dari 16.000 peserta terdaftar dan 375 eksibitor dari dalam maupun luar negeri turut berpartisipasi untuk memeriahkan dan berkompetisi dalam acara ini.
Fitur menarik seperti zona “Digital Silk Road” memungkinkan perusahaan dari Amerika Serikat, Zimbabwe, Pakistan, dan berbagai negara lainnya menampilkan pengembangan AI, Blockchain, serta teknologi manufaktur cerdas yang lebih maju.
Kekuatan Komputasi & Ekonomi Digital yang Terus Meningkat
Kecepatan pembangunan komputasi cerdas Tiongkok ditunjukkan lewat angka impresif. Kapasitas komputasi nasional telah mencapai 780.000 PFlops, menempatkan Tiongkok sebagai pemimpin global kedua.
At the expo, China’s growing intelligent computing capacity was highlighted. China’s total intelligent computing capacity has reached 780,000 PFlops, which ranks second in the world, Liu Liehong, head of the National Data Administration, unveiled at the opening ceremony on Thursday, according to Xinhua.
Tak hanya itu, pertumbuhan industri digital di Guizhou juga menanjak pesat. Pada 2024, pendapatan dari layanan perangkat lunak dan teknologi informasi provinsi ini melampaui 100 Miliar Yuan, dengan pertumbuhan ekonomi digital yang konsisten tinggi selama sembilan tahun terakhir


