Teknoloko.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menanggapi penangguhan sementara fitur Live pada platform TikTok di Indonesia langkah yang diambil oleh TikTok secara sukarela. Ia berharap agar penonaktifan ini tidak berlangsung terlalu lama.
Menkomdigi menegaskan bahwa keputusan TikTok menonaktifkan fitur Live adalah inisiatif perusahaan, bukan atas permintaan pemerintah.
Pemerintah justru menghargai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan pengamanan digital di tengah eskalasi demonstrasi yang marak terjadi.
Meutya Hafid menyampaikan optimisme bahwa jika situasi keamanan membaik, fitur Live TikTok dapat kembali diaktifkan dalam waktu dekat.
“Live TikTok itu kami pun melihat dari pemberitahuan yang dilakukan oleh TikTok, bahwa mereka melakukan secara sukarela untuk penutupan fitur live dan kami justru berharap bahwa ini berlangsung tidak lama,” kata Meutya melalui Antara News.
Ia juga menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia adalah negara terbuka yang mendengarkan aspirasi publik.
“Kalau kondisi berangsur baik, mudah-mudahan fitur live TikTok bisa kembali.” Lanjutnya yang menegaskan bahwa tidak ada waktu pasti fitur ini akan bekerja normal kembali.
Selain membawa persepsi buruk di masyarakat yang mana memilih untuk tidak mempercayai pemerintah dan menganggap bahwa ini disengaja, dampak lainnya ialah sector bisnis.
Penonaktifan fitur Live ini berdampak nyata bagi pelaku UMKM yang memanfaatkan Live Streaming untuk promosi dan penjualan produk.
Meutya memastikan bahwa meski fitur tersebut offline, aktivitas e‑commerce tetap bisa berjalan, dan UMKM didorong untuk beradaptasi dengan kanal digital lain.
Fitur LIVE memang tidak bisa diakses sejak 30 Augustus kemarin, di mana ada banyak kreator yang mengeluhkan hal yang sama.
Banyak yang percaya ini bukan langkah dari TikTok, melainkan dari pemerintah itu sendiri. Mengapa demikian? Pasalnya TikTok berlaku berbeda di beberapa negara yang lebih maju.
Sebagai contoh, di Amerika Serikat saat terjadi demo besar-besaran ada banyak pengguna TikTok yang membagikan dan LIVE di tempat kejadian, semuanya berjalan normal.
Maka dari itu, tidak heran mengapa banyak warganet yang menyebut ini akal-akalan pemerintah saja. Bagaimana menurutmu?


