Teknoloko.com – Grab Indonesia mengkonfirmasi kabar duka atas meninggalnya dua mitra pengemudi, yaitu Affan Kurniawan di Jakarta dan Rusdamdiansyah di Makassar (01/09).
Selain itu, tiga mitra lainnya saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit termasuk Moh. Umar Amarudin (RS Pelni Jakarta), Aji (RSUD Tarakan Jakarta), dan Budi Haryadi (RS Primajaya Makassar).
Kronologi Singkat dan Lokasi Insiden
Jakarta (28 Agustus 2025): Affan Kurniawan sedang mengantar pesanan makanan saat terserempet kendaraan taktis Brimob di wilayah Pejompongan dan meninggal dunia tidak lama kemudian di RS Cipto Mangunkusumo.
Makassar (29 Agustus 2025): Rusdamdiansyah tewas dikeroyok massa di depan Kampus UMI, setelah dituduh sebagai intelijen.
Respons & Dukungan Grab
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyampaikan duka cita dan menegaskan bahwa keselamatan serta kesejahteraan mitra adalah prioritas utama.
Grab telah menyiapkan bantuan menyeluruh termasuk pendampingan hukum, santunan, hingga dukungan lainnya agar mitra merasa aman dan tidak sendiri.
Per tanggal 2 September 2025, Grab akan mengaktifkan layanan Gercep (Grab Respons Cepat) yang terdiri dari tiga kanal:
- Saluran Darurat Khusus via telepon (021‑2350‑7032) dengan antrean prioritas.
- Help Center “Bantuan Tanggap Darurat” untuk akses formulir dan tombol “Hubungi Kami”.
- Live Chat dalam Help Center dengan respon instan oleh agen terlatih.
Sebelumnya, Grab juga menunjukkan solidaritas melalui perubahan foto profil media sosial menjadi gelap sebagai tanda duka.
Konteks Lebih Luas: Gelombang Protes dan Dampaknya
Kematian Affan memicu gelombang protes yang meluas di berbagai kota. Aksi ini dipicu oleh rencana tunjangan rumah untuk anggota DPR yang dianggap berlebihan sekitar Rp50 juta per bulan, hampir 10 kali upah minimum di Jakarta.
Kerusuhan menyebar ke berbagai daerah, termasuk Makassar dan Bandung, dengan beberapa gedung pemerintahan terbakar dan korban tewas maupun luka dari berbagai kalangan.
Pemerintah merespons dengan permohonan maaf dari Kapolri, pengunduran kunjungan Presiden Prabowo ke China, serta janji penyelidikan transparan atas tindakan aparat keamanan.
Isu ini semakin pelik karena banyaknya media yang dibungkam, bahkan askses TikTok Live dan Instagram juga mengalami pembatasan, memicu respons panas dar masyarakat.


