Teknoloko.com – Negara akan mengambil langkah konkret dalam melindungi masyarakat dari bahaya judi daring. Meutya Hafid dalam wawancaranya juga menegaskan akan tindakan mereka yang lebih serius (18/12).
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan komitmen ini, yang akan diwujudkan melalui tiga pendekatan utama, di mana terdapat beberapa tindakan termasuk blokir teknis, penindakan hukum, dan penguatan nilai masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan Meutya dalam acara forum pencegahan judi daring di Jakarta. Ia menekankan bahwa judi daring bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius bagi stabilitas sosial dan ekonomi keluarga.
Aktivitas ini kerap menjadi pintu masuk bagi kejahatan siber lain, seperti pencucian uang dan penipuan. Di Indonesia, kejahatan ini semakin marak terjadi, ditambah masih banyak orang awam.
Langkah pertama adalah penutupan dan pemblokiran akses ke situs serta aplikasi judi daring. Kementerian akan bekerja sama dengan penyedia layanan internet dan platform digital untuk mempersempit ruang gerak operasi mereka.
Lebih lanjut, Meutya mengakui bahwa langkah teknis saja tidak cukup, karena para pelaku seringkali berganti domain atau menggunakan teknologi untuk menghindari blokir.
Oleh karena itu, pendekatan kedua adalah penindakan hukum yang tegas. Kemkominfo akan berkoordinasi dengan Kepolisian dan penegak hukum lainnya untuk menyasar para bandar dan operator judi daring.
“Negara harus hadir untuk memberikan rasa aman dan melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari dampak destruktif judi online,” tegas Meutya.
Pendekatan ketiga dan yang dianggap paling fundamental adalah membangun ketahanan masyarakat melalui nilai-nilai. Pemerintah akan gencar melakukan kampanye edukasi dan literasi digital untuk meningkatkan kesadaran akan risiko judi daring.
Tujuannya adalah menguatkan nilai-nilai budaya dan agama yang menjadi benteng alami masyarakat Indonesia terhadap praktik perjudian.
Kombinasi tiga jurus ini blokir, hukum, dan nilai menunjukkan strategi yang komprehensif. Ia tidak hanya berfokus pada gejala di permukaan, tetapi juga berusaha mengatasi akar masalahnya. Keberhasilannya akan bergantung pada sinergi berkelanjutan antara pemerintah, penegak hukum, komunitas, dan keluarga.


