Teknoloko.com – Jolla Phone menjadi penanda kembalinya Jolla ke pasar smartphone dalam waktu dekat. Disebut mengutamakan privasi menggunakan Sailfish OS 5 berbasis kernel Linux murni yang tidak memiliki sistem pelacakan yang biasanya mengumpulkan aktivitas pengguna untuk analitik atau iklan. Tidak ada pemantauan perilaku, tidak ada pengiriman data ke pihak lain, dan pengguna memegang kendali penuh. Dipadukan dengan desain modern dan kinerja yang solid, berikut spesifikasi Jolla Phone yang wajib Anda ketahui!
Spesifikasi Jolla Phone
| Spesifikasi | Jolla Phone |
| Layar | AMOLED, 6.36 inches, 1080 x 2260 pixels, aspect ratio 20:9, Corning Gorilla Glass |
| OS | Sailfish 5.0, up to 5 major OS upgrades, Android OS apps support |
| Chipset | High performant Mediatek 5G platform |
| RAM | 12GB |
| ROM | 256GB |
| Kamera Belakang | 50 MP, (wide), PDAF 13 MP (ultrawide) |
| Kamera Depan | wide-lens selfie camera |
| Baterai | 5,500mAh, user replaceable |
| Warna | Snow White, Kaamos Black, The Orange |
Desain, Build, dan Fitur Privasi
Jolla Phone membawa kembali sentuhan desain Skandinavia yang sederhana dan fungsional sambil tetap mempertahankan karakter ikonis dari model 2013 yang punya bentuk melengkung dan nyaman digenggam. Ponsel ini memakai tutup belakang yang bisa diganti sehingga pengguna bisa memilih warna sesuai selera dan mendapatkan akses langsung ke baterai yang dapat dilepas.
Ukurannya berada di kisaran 158 × 74 × 9 mm yang terasa pas untuk ponsel modern dan memberi ruang yang cukup lega bagi layar 6,36 inci. Kehadiran baterai yang bisa dilepas membuat perangkat ini terasa lebih praktis dibanding banyak ponsel masa kini yang serba tertutup.
Jolla Phone juga dilengkapi tombol privasi fisik yang bisa diatur untuk mematikan mikrofon, kamera, Bluetooth, atau fungsi aplikasi Android pada level perangkat keras sehingga pengguna bisa memastikan tidak ada sensor yang aktif ketika tidak dibutuhkan.
Kontrol seperti ini terasa lebih langsung dibanding pengaturan perangkat lunak biasa dan membantu menjaga ketenangan digital dalam situasi yang menuntut privasi ekstra. Kombinasinya dengan pendekatan deGoogle melalui Sailfish dan AppSupport menjadikan perangkat ini sebagai pilihan menarik bagi mereka yang ingin kendali penuh atas perangkatnya.
Warna yang tersedia juga cukup banyak, mencakup Snow White, Kaamos Black, dan The Orange yang semuanya hadir dengan tutup belakang yang bisa diganti agar pengguna dapat menyesuaikan tampilannya
Layar dan Multimedia
Jolla Phone memakai layar AMOLED berukuran 6,36 inci dengan resolusi Full HD yang menghasilkan ketajaman mendekati 390 ppi sehingga tampilannya terlihat rapat dan bersih. Panel ini sudah dilindungi Corning Gorilla Glass agar lebih tahan terhadap goresan dan dirancang dengan aspek rasio 20:9 yang terasa nyaman untuk menonton konten maupun membuka beberapa aplikasi secara bersamaan.
Rasio layar ke bodinya diperkirakan berada di kisaran 86 sampai 87 persen yang membuat tampilan terlihat lapang sambil tetap menyisakan bezel yang cukup untuk pegangan dan penempatan tombol fisik.
Walaupun informasi mengenai tingkat refresh dan karakter reproduksi warna belum dibagikan secara detail, penggunaan teknologi AMOLED dipilih karena mampu menghadirkan kontras tinggi, hitam yang benar benar gelap, dan efisiensi daya yang baik ketika menampilkan antarmuka Sailfish OS.

Kamera dan Kemampuan Fotografi
Jolla Phone membawa setup kamera ganda yang terdiri dari sensor utama 50 MP yang bertugas menangkap detail tinggi dan lensa ultrawide 13 MP yang memberikan sudut lebih lebar untuk memotret lanskap, foto grup, ataupun bangunan. Kombinasi ini membuat pengguna bisa memilih komposisi sesuai kebutuhan tanpa harus bergantung pada satu jenis perspektif saja.
Fitur pendukung seperti LED flash, HDR, panorama, dan perekaman video hingga 4K sudah dicantumkan dalam spesifikasi awal sehingga pengalaman memotret terasa cukup lengkap untuk penggunaan harian. Untuk kamera depan, Jolla menyebut bahwa perangkat ini memakai lensa wide angle yang dirancang agar selfie terlihat lebih lapang walaupun resolusi dan fitur tambahannya belum diungkap secara detail.
Informasi lebih lengkap dijanjikan akan hadir ketika konfirmasi spesifikasi final dirilis sehingga pengguna bisa mengetahui kapasitas sebenarnya dari kamera depannya sebelum mengambil keputusan.
Chipset, Performa, dan Ekosistem Sailfish
Jolla Phone memanfaatkan platform MediaTek 5G yang digambarkan bertenaga tinggi walaupun model pastinya belum diumumkan. Perangkat ini membawa RAM 12 GB dan penyimpanan UFS 256 GB yang membuat multitasking terasa cepat serta didukung slot microSDXC hingga 2 TB untuk penyimpanan tambahan.
Kombinasi memori besar dan penyimpanan cepat ini membantu menjaga performa tetap stabil termasuk saat menjalankan aplikasi Android melalui AppSupport. Semua itu berjalan di atas Sailfish OS 5 yang menempatkan privasi sebagai inti dengan sistem yang tidak memuat pelacakan tersembunyi, analitik bawaan, maupun aktivitas jaringan yang berjalan tanpa izin pengguna.
Jolla juga menjanjikan dukungan perangkat lunak minimal lima tahun agar perangkat ini tetap aman digunakan dalam jangka panjang. Jolla Phone mendukung 5G dan 4G melalui dual nano SIM yang siap dipakai bepergian karena modemnya mendukung roaming global. Perangkat ini menyediakan Wi Fi 6, Bluetooth 5.4, NFC, serta port USB Type C sehingga kebutuhan konektivitas terasa lengkap.
Sensor sidik jari yang terintegrasi dengan tombol daya membantu proses buka kunci tetap cepat dan natural, sementara LED notifikasi RGB dan sensor standar lainnya melengkapi pengalaman harian. Seluruh kelengkapan ini berpadu dengan pendekatan privasi Sailfish OS yang membuat perangkat ini terasa lebih tenang dan dapat dipercaya untuk pengguna yang ingin ponsel modern tanpa ekosistem yang penuh pemantauan.

Baterai
Jolla Phone menawarkan baterai removable berkapasitas sekitar 5.500 mAh yang bisa diganti sendiri tanpa perlu pergi ke pusat servis sehingga pengguna lebih bebas mengatur daya tahannya. Kapasitas yang besar ini memberi harapan daya tahan yang kuat untuk penggunaan harian karena perangkat berjalan dengan sistem yang efisien dan tidak memiliki telemetri yang aktif di belakang layar.
Detail mengenai kecepatan pengisiannya belum dibagikan sehingga belum jelas apakah perangkat mendukung pengisian cepat atau hanya kecepatan standar. Walaupun begitu, kemampuan mengganti baterai sendiri membantu mengurangi kekhawatiran tentang penurunan kapasitas dalam jangka panjang dan memperpanjang usia pemakaian perangkat secara keseluruhan.
Harga dan Ketersediaan
Jolla Phone dapat dipesan melalui sistem pre order dengan deposit fleksibel sebesar 99 euro yang akan dikembalikan jika proyek tidak berjalan sehingga pemesanan dilakukan berdasarkan permintaan nyata dari komunitas. Harga pre order batch awal ditetapkan di angka 499 euro dan perkiraan harga reguler berada di kisaran 599 sampai 699 euro tergantung batch serta finalisasi spesifikasi.
Jika dikonversi ke rupiah, harga pre ordernya berada di sekitar 8,7 jutaan sedangkan harga regulernya bisa berada di kisaran 10,5 sampai 12,3 jutaan. Angka ini hanya konversi langsung karena belum ada informasi resmi mengenai distribusi di Indonesia dan belum ada kepastian apakah perangkat akan masuk pasar lokal.
Apabila suatu hari hadir di Indonesia maka harganya sangat mungkin melambung jauh lebih tinggi karena ada tambahan pajak impor, biaya distribusi, regulasi TKDN, dan margin distributor yang biasanya membuat perangkat niche menjadi lebih mahal.
Pre order untuk wilayah resmi seperti Uni Eropa, Inggris, Norwegia, dan Swiss ditargetkan mulai dikirim pada akhir paruh pertama 2026 jika target minimum dua ribu unit terpenuhi. Pembeli pre order juga dijanjikan mendapatkan back cover edisi khusus sebagai bentuk apresiasi bagi pendukung awal dan Jolla menyebut bahwa aksesori resmi seperti baterai cadangan dan casing akan tersedia menyusul.
Penutup
Sebagai penutup, Jolla Phone tampil seperti napas segar di tengah padatnya pasar smartphone yang serba dikendalikan ekosistem besar. Perangkat ini membawa gagasan bahwa ponsel tidak harus selalu menukar kenyamanan dengan privasi dan bahwa pengguna layak mendapatkan perangkat yang bisa dipercaya tanpa suara bising di belakang layar.
Pendekatan komunitas yang menjadi fondasinya memberi kesan bahwa Jolla bukan sekadar menjual hardware tetapi mengajak penggunanya ikut menentukan arah perangkat yang mereka pegang. Jika Jolla berhasil memenuhi target produksinya, perangkat ini berpotensi menjadi pilihan unik bagi siapa pun yang ingin ponsel modern dengan kendali penuh di tangan sendiri.


