Teknoloko.com – Samsung akhirnya membuktikan eksistensinya kembali di ranah chip flagship dengan Exynos 2600, menjadi SoC pertama mereka yang menggunakan proses fabrikasi 2 nm (31/08).
Dengan teknologi Gate‑All‑Around (GAA) dari Samsung Foundry, yang menjanjikan efisiensi daya lebih baik, manajemen termal yang lebih unggul, dan peningkatan performa AI yang mana memang telah menjadi tujuan utamanya.
Menurut laporan ANTARA (Sabtu, 30 Agustus 2025), hasil uji Geekbench terbaru menunjukkan skor yang menjanjikan, single‑core: 3.309 poin, multi‑core: 11.256 poin.
Peningkatan signifikan dibanding skor awal: 2.155 dan 7.788. Peningkatan ini dikarenakan clock CPU yang lebih tinggi, terdapat prime core Cortex‑X930 kini di 3,8 GHz (dari 3,55 GHz), tiga performa core Cortex‑A730 di 3,26 GHz (dari 2,96 GHz), dan keenam core efisiensi di 2,76 GHz (dari 2,46 GHz).
Performa ini bahkan melebihi Snapdragon 8 Elite, meskipun Snapdragon 8 Elite 2 masih unggul. Tapi tetap saja ini adalah babak baru dari Samsung dalam pengembangkan chip flagship mereka.
Samsung Makin Gahar Produksi Chipset Flagship
Pada Juli 2025, Exynos 2600 sempat diuji di Geekbench dengan hasil kurang memuaskan (2.155 / 7.788).
Namun, penyempurnaan optimasi oleh tim Samsung berbuah manis, skor terbaru menunjukkan lompatan performa yang nyata, dan sudah melampaui Snapdragon 8 Elite sebuah pencapaian berarti untuk chip flagship buatan Samsung sendiri.
Termal dan Arsitektur GAA 2 nm
Exynos 2600 bukan hanya soal performa mentah. Samsung mengintegrasikan teknologi Heat Path Block (HPB), heatsink tembaga mini yang langsung ditempatkan di atas prosesor dan DRAM dalam struktur package‑on‑package.
Tujuannya untuk mengendalikan panas saat beban tinggi. Ditambah lagi dengan adopsi proses GAA 2 nm, menciptakan efisiensi dan densitas transistor yang lebih baik daripada desain FinFET tradisional.
Siap Debut di Galaxy S26 Series Awal 2026
Exynos 2600 diperkirakan akan menjadi otak dari Galaxy S26 Pro dan S26 Edge yang bakal diluncurkan sekitar awal 2026.
Sementara itu, Galaxy S26 Ultra kemungkinan besar tetap menggunakan Snapdragon 8 Elite 2 untuk menjaga keseragaman performa global.
Samsung sendiri juga sudah menandatangani kesepakatan senilai USD 16,5 miliar dengan Tesla untuk chip 2 nm, menandakan adopsi teknologi yang lebih luas


