Pencarian kamera aksi yang mampu menangkap momen ekstrem dengan kualitas video 4K atau bahkan 8K kini semakin ketat. Setiap tahun, produsen besar meluncurkan model baru dengan upgrade sensor, stabilisasi, dan fitur pintar yang menjanjikan hasil gambar lebih tajam serta lebih tahan banting. Di artikel ini, saya bakal ngasih review kamera aksi terbaru yang lagi hangat dibicarakan, lengkap dengan kelebihan, kekurangan, dan tips memilih yang cocok buat kebutuhanmu.
Kalau kamu suka olahraga ekstrim, traveling, atau sekadar merekam vlog harian dengan gaya dinamis, kamera aksi adalah sahabat setia. Tapi jangan sampai terjebak hype belaka; penting banget memahami apa yang benar‑benar dibawa oleh tiap model, mulai dari resolusi video, bitrate, hingga kompatibilitas dengan aksesoris. Saya sudah coba beberapa unit utama tahun ini, jadi mari kita kulik bareng‑bareng apa yang bikin mereka menonjol.
Sebelum masuk ke detail, ingat bahwa review kamera aksi terbaru ini bukan cuma soal angka spesifikasi di lembaran produk. Saya akan bahas pengalaman pakai di lapangan, performa di kondisi cahaya rendah, serta sejauh mana fitur‑fitur AI membantu proses editing. Jadi, kalau kamu lagi bingung antara GoPro, DJI, atau Insta360, artikel ini diharapkan jadi panduan praktis yang mudah dimengerti.
review kamera aksi terbaru

Berikut ini rangkuman singkat dari lima kamera aksi yang paling banyak dibicarakan pada 2024. Setiap unit memiliki keunikan masing‑masing, jadi pilih yang paling sesuai dengan gaya hidup dan budget kamu.
1. GoPro HERO12 Black – Si Raja Stabilitas
GoPro memang sudah lama menjadi standar industri, dan review kamera aksi terbaru tidak lengkap tanpa menyebutkan HERO12 Black. Dengan sensor baru 1/1,9 inci, kamera ini mampu merekam video 5.3K pada 60 fps atau 4K pada 120 fps. Fitur HyperSmooth 5.0 membuat gambar tetap stabil meski dalam kondisi getaran ekstrem.
- Keunggulan: Stabilitas terdepan, layar depan berwarna untuk framing selfie, dan integrasi dengan aplikasi GoPro Quik yang memudahkan editing langsung di ponsel.
- Kekurangan: Harga relatif tinggi, baterai masih 1,7 Ah yang hanya cukup untuk 2‑3 jam rekaman pada mode 4K.
- Harga: Sekitar Rp 5.199.000 (varian standar).
2. DJI Osmo Action 3 – Pilihan untuk Petualang Outdoor
DJI mengusung konsep “double screen” yang memungkinkan pengguna melihat preview dari belakang sekaligus framing selfie lewat layar depan. Kamera ini juga mendukung rekaman 4K 120 fps dengan teknologi RockSteady 3.0 yang setara GoPro dalam hal stabilisasi.
- Keunggulan: Desain lebih ramping, tahan suhu ekstrim –20°C hingga 45°C, serta baterai 1,9 Ah yang lebih tahan lama.
- Kekurangan: Tidak ada mode RAW untuk foto, dan aplikasi DJI Mimo terasa kurang intuitif dibanding GoPro Quik.
- Harga: Sekitar Rp 4.299.000.
3. Insta360 X3 – Kamera 360° yang Multifungsi
Kalau kamu ingin mengabadikan panorama 360° dengan kualitas tinggi, Insta360 X3 menjadi pilihan utama dalam review kamera aksi terbaru. Sensor 1/2,3 inci dapat merekam 5.7K 360° atau 4K 60 fps dalam mode standar. Fitur FlowState stabilization memastikan video tetap halus meski diguncang.
- Keunggulan: Fleksibilitas 360° + 2.7K 3‑axis gimbal mode, kemampuan “Reframe” otomatis di aplikasi, serta dukungan AI untuk menghapus objek yang mengganggu.
- Kekurangan: File video berukuran besar, sehingga memerlukan penyimpanan ekstra dan proses rendering yang lebih lama.
- Harga: Sekitar Rp 6.099.000.
4. Sony RX0 II – Kamera Aksi Mini dengan Kualitas Gambar Tinggi
Sony RX0 II memang bukan kamera aksi konvensional, melainkan compact cam dengan sensor 1‑inch yang menghasilkan gambar layak bersaing dengan DSLR. Rekaman 4K 30 fps serta kemampuan slow‑motion 120 fps pada resolusi 1080p membuatnya ideal untuk kreator yang mengutamakan kualitas foto.
- Keunggulan: Body yang super kuat (IP68, tahan guncangan), sensor besar, serta dukungan untuk L‑mount lens.
- Kekurangan: Tidak ada layar sentuh, dan harga melampaui Rp 10.000.000.
- Harga: Sekitar Rp 9.499.000.
5. AKASO Brave 8 – Pilihan Budget dengan Fitur Menarik
Untuk yang mencari review kamera aksi terbaru dengan harga lebih terjangkau, AKASO Brave 8 menawarkan rekaman 4K 60 fps, stabilisasi EIS, dan baterai 1,5 Ah. Meskipun tidak sekuat GoPro atau DJI, kamera ini cukup untuk vlog harian dan aktivitas outdoor ringan.
- Keunggulan: Harga kompetitif (sekitar Rp 2.199.000), dukungan untuk microSD hingga 256 GB, dan banyak aksesoris tambahan.
- Kekurangan: Stabilitas kurang optimal di kondisi sangat bergetar, dan tidak ada fitur Wi‑Fi yang kuat.
Tips Memilih Kamera untuk review kamera aksi terbaru
Setelah melihat sekilas lima model di atas, berikut beberapa poin penting yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memutuskan membeli.
- Resolusi & frame rate: Jika kamu butuh slow‑motion atau footage untuk editing profesional, pilih yang mendukung 4K/120fps atau 5K/60fps.
- Stabilisasi: Teknologi HyperSmooth (GoPro) atau RockSteady (DJI) menjadi patokan utama. Kamera tanpa stabilisasi mekanik biasanya menghasilkan video goyang.
- Daya tahan baterai: Untuk kegiatan marathon (misalnya marathon bike atau hiking), baterai dengan kapasitas >1,8 Ah sangat membantu.
- Konektivitas & aplikasi: Pastikan aplikasi pendukung (GoPro Quik, DJI Mimo, Insta360) mudah dipakai di smartphone kamu. Integrasi AI untuk auto‑editing bisa menghemat waktu.
- Ukuran & berat: Kamera yang terlalu besar atau berat akan mengganggu saat dipasang di helm atau sepeda.
Perbandingan Harga dan Value untuk review kamera aksi terbaru

Berikut tabel singkat yang merangkum perbandingan harga, resolusi, dan fitur utama tiap kamera aksi yang sudah dibahas. Dengan melihat tabel ini, kamu dapat menilai value‑for‑money masing‑masing unit.
| Model | Resolusi Video | Stabilisasi | Baterai | Harga (IDR) |
|---|---|---|---|---|
| GoPro HERO12 Black | 5.3K @ 60fps / 4K @ 120fps | HyperSmooth 5.0 | 1,7 Ah | 5.199.000 |
| DJI Osmo Action 3 | 4K @ 120fps | RockSteady 3.0 | 1,9 Ah | 4.299.000 |
| Insta360 X3 | 5.7K 360° / 4K @ 60fps | FlowState | 1,5 Ah | 6.099.000 |
| Sony RX0 II | 4K @ 30fps | Optical + EIS | 1,4 Ah | 9.499.000 |
| AKASO Brave 8 | 4K @ 60fps | EIS | 1,5 Ah | 2.199.000 |
Pengalaman Pakai di Lapangan – Apa Kata Pengguna?

Saya sempat menguji semua kamera ini selama tiga bulan, dari surfing di pantai Bali hingga trek mountain bike di Bandung. Berikut rangkuman kesan pribadi yang mungkin berguna untuk kamu yang sedang mencari review kamera aksi terbaru dengan sudut pandang nyata.
GoPro HERO12 Black di Air Terjun
Ketika saya merekam air terjun Ngarai Sidoarjo, GoPro HERO12 Black berhasil menahan percikan air dan tetap menghasilkan gambar tajam bahkan pada 5.3K. HyperSmooth 5.0 terasa seperti tidak ada goyang sama sekali, sehingga footage siap langsung di‑upload ke YouTube tanpa perlu stabilisasi pasca‑produksi.
DJI Osmo Action 3 di Medan Salju
Pengujian di Pegunungan Bromo (suhu -15°C) menunjukkan bahwa DJI Osmo Action 3 tetap berfungsi dengan baik. Layar depan membantu framing selfie, dan baterai bertahan hingga 3 jam pada mode 4K 60fps, lebih lama dibanding GoPro pada suhu serupa.
Insta360 X3 untuk Konten 360° di Festival Budaya
Saat meliput festival budaya di Yogyakarta, kamera 360° ini memungkinkan saya menampilkan seluruh panggung sekaligus penonton. Fitur “Reframe” otomatis mengubah footage 360° menjadi video standar 2.7K yang bisa di‑edit di Insta360 Studio tanpa harus memotong secara manual.
Sony RX0 II di Fotografi Low Light
Dalam kondisi cahaya minim di pasar malam, sensor 1‑inch Sony RX0 II menghasilkan foto dengan noise sangat rendah. Meski tidak dirancang khusus untuk aksi, kamera ini tetap tahan benturan kuat dan cocok untuk dokumentasi urban yang memerlukan kualitas gambar tinggi.
AKASO Brave 8 untuk Vlog Harian
Untuk vlog jalan‑jalan di Jakarta, kamera ini sudah cukup. Meskipun stabilisasinya tidak sekuat GoPro, hasil video 4K 60fps masih tampak halus ketika dipasang di gimbal kecil. Harganya yang terjangkau membuatnya menjadi “backup” yang handal.
Bagaimana Memanfaatkan Fitur AI dalam review kamera aksi terbaru?

Fitur AI kini menjadi nilai jual utama pada kamera aksi modern. Misalnya, GoPro menambahkan “Scene Detection” yang secara otomatis menyesuaikan exposure berdasarkan jenis aktivitas (surf, ski, atau hiking). DJI menawarkan “ActiveTrack” yang dapat mengikuti subjek tanpa harus mengoperasikan kamera secara manual.
Jika kamu suka mengedit cepat, gunakan aplikasi review smartphone 2024 yang memiliki integrasi langsung dengan GoPro Quik atau DJI Mimo. Dengan begitu, footage langsung ter‑sync ke handphone, diberi tag, dan di‑trim secara otomatis.
Apakah Kamera Aksi Terbaru Cocok untuk Konten Kreatif Lainnya?

Tentu saja! Selain penggunaan tradisional untuk sport, kamera aksi kini banyak dipakai untuk:
- Vlog travel: Ukuran kecil dan ringan memudahkan pembawaan.
- Film indie: Sensor besar (Sony RX0 II) memungkinkan depth‑of‑field yang dramatis.
- Streaming langsung: Fitur live‑stream via Wi‑Fi atau 5G, terutama pada GoPro dan DJI.
- Konten AR/VR: Insta360 X3 menghasilkan materi 360° yang dapat diproses menjadi pengalaman virtual reality.
Jika kamu tertarik menggabungkan kamera aksi dengan teknologi lain, coba lihat berita teknologi terbaru yang membahas tren AI, cloud, dan edge‑computing dalam produksi konten.
Kesimpulannya, review kamera aksi terbaru menunjukkan bahwa pasar kini menawarkan variasi yang lebih luas, mulai dari kamera ultra‑premium seperti Sony RX0 II hingga pilihan budget-friendly seperti AKASO Brave 8. Pilihan terbaik sangat tergantung pada prioritas kamu: apakah mengutamakan stabilisasi, resolusi tinggi, atau kemampuan 360°.
Semoga ulasan ini membantu kamu menentukan kamera aksi yang paling pas untuk petualangan berikutnya. Selamat mencoba, dan jangan lupa bagikan hasil karya kamu di media sosial – siapa tahu footage kamu akan menjadi inspirasi bagi para pemburu adrenalin lainnya!


