Teknoloko.com – Ditengah krisis berita mengenai kebijakan negara, Kementerian Komuninasi dan Digital (Kemkomdigi) mengumumkan bahwa saat ini anggaran yang mereka gunakan telah dipakai untuk kebutuhan khayalak dan sesuai dengan hasil pemeriksaan.
Ismail selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Komuninasi dan Digital menyatakan bahwa mereka tidak melakukan tindak lanjut dari BPK, di mana mereka memenuhi kebijakan administratif dan juga memastikan bahwa anggaran negara yang diberikan digunakan sesuai tugasnya.
Ismail menekankan bahwa setiap rekomendasi telah ditindak lanjut agar anggaran yang digunakan tepat sasaran langsung ke masyarakat.
“Setiap rekomendasi kami tindaklanjuti agar penggunaan anggaran semakin tepat sasaran dan berdampak langsung ke masyarakat,”ucap Ismail dalam keterangannya ketika sesi wawancara, Jakarta.
Menurut BPK, Kementerian Komuninasi dan Digital adalah salah satu pencapaian yang tinggi dalam perolehan dari data yang mereka periksa, di mana mencapai lebih dari 90% di kategori Pagu Anggaran di atas 1 Triliun Rupiah.
Ismail menekankan bahwa dengan menggunakan anggaran yang tepat, maka hasil yang didapatkan sesuai dengan harapan. Kementerian Komuninasi dan Digital terlibat langsung untuk ekspansi jaringan internet dari desa ke desa, hingga dukungan UMKM digital.
Bahkan Kementerian Komuninasi dan Digital aktif menyuarakan perlindungan internet untuk masyarakat, khususnya anak-anak yang memang lebih rentan terpapar konten negatif dari berbagai macam platform sosial media.
Dia juga melanjutkan bahwa dengan perbaikan dan konsistensi, Kementerian Komuninasi dan Digital bisa menekan biaya-biaya yang dianggap boros dan kurangnya persentase keberhasilan, sehingga bisa dialokasikan untuk mengeksekusi program lain, serta memastikan pelayanan publik berjalan lancer.
“Pencapaian ini menjadi pengingat bagi kami untuk menjaga disiplin. Setiap rupiah (Uang) harus memberi manfaat yang nyata,” lanjut Ismail mempertegas penyataannya.
Kementerian Komuninasi dan Digital memastikan bahwa anggaran yang mereka terima harus bisa digunakan untuk keberhasilan program, bahkan mereka langsung gercep (Gerak Cepat) ketika bencana alam di Sulawesi Utara terjadi, di mana gempa besar memincu putusnya jaringan internet.


