Teknoloko.com – Apple kembali mengambil langkah strategis dalam mendiversifikasi rantai pasok globalnya. Perusahaan asal Cupertino itu dilaporkan sedang menjajaki kerja sama dengan CG Semi, sebuah perusahaan semikonduktor yang sedang membangun fasilitas perakitan dan pengujian (OSAT) di Sanand, Gujarat, India (18/12).
Tujuannya tentu saja untuk mengelola proses perakitan dan pengemasan chip iPhone di negara tersebut.
Langkah ini, jika terwujud, bukanlah yang pertama bagi Apple di India. Perusahaan telah merakit iPhone senilai Rp367 triliun (USD 22 miliar) di India dalam 12 bulan hingga Maret 2025 yang naik hampir 60% dari periode sebelumnya, melalui mitra seperti Foxconn, Tata Electronics, dan Pegatron.
Target mereka bahkan lebih ambisius, agar sebagian besar iPhone yang dijual di AS diproduksi di India pada akhir 2026. Perpindahan ini tentu saja akan memakan dana yang besar, tetapi Apple tentu sudah memperkirakan keuntungan di masa depan.
Namun, memindahkan perakitan chip adalah permainan level yang berbeda. Saat ini, chip kontrol layar (yang diduga akan menjadi fokus awal) dipasok oleh perusahaan seperti Samsung dan Novatek, dengan fasilitas fabrikasi dan pengemasan masih terkonsentrasi di Korea Selatan, Taiwan, dan Tiongkok.
CG Semi, yang fasilitasnya masih dalam pembangunan, harus mampu memenuhi standar kualitas Apple yang terkenal ketat. Kerja sama ini berpotensi menjadi awal tantangan besar bagi CG Semi, seperti dilaporkan.
Keputusan Apple mencerminkan strategi China Plus One yang semakin menguat di kalangan perusahaan global, didorong oleh ketegangan geopolitik dan keinginan untuk mengurangi ketergantungan pada satu wilayah.
Bagi India, ini adalah peluang emas untuk naik kelas dalam rantai nilai elektronik global, dari sekadar perakitan akhir (Final Assembly) menuju ke komponen yang lebih bernilai tinggi seperti semikonduktor.
Pertanyaannya, apakah ini benar-benar transfer teknologi yang mendalam, atau sekadar pemindahan tahapan perakitan yang kurang kompleks?
Kesuksesan kolaborasi ini tidak hanya akan menentukan masa depan rantai pasok Apple, tetapi juga menjadi test case bagi ambisi India menjadi kekuatan manufaktur semikonduktor dunia.


