Teknoloko.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi menetapkan pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp 8 triliun, yang difokuskan untuk operasional dan pemeliharaan infrastruktur digital.
Usulan awal yang lebih besar dikurangi, sehingga Kemkomdigi kini harus menyusun ulang prioritas agar program-program strategis tetap berjalan optimal.
Rp 8 triliun tersebut akan digunakan untuk kebutuhan operasional dan pemeliharaan infrastruktur digital, termasuk dukungan bagi program-program jangka panjang seperti Palapa Ring, SATRIA‑I, dan pemeliharaan Base Transceiver Station (BTS).
Selain itu, anggaran akan dialokasikan juga untuk operasional kantor dan gaji pegawai Kemkomdigi. Salah satu tantangan yang diakui oleh Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, adalah bahwa jumlah tersebut belum sepenuhnya mencukupi untuk beberapa kebutuhan selain kontrak yang sudah berjalan.
Contohnya, operasional Pusat Data Nasional di Cikarang diperkirakan memerlukan anggaran tambahan untuk dapat berjalan dengan optimal.
Dinamika Anggaran & Prioritas
Sebelumnya, Kemkomdigi mengusulkan anggaran sebesar Rp 20,3 triliun untuk tahun 2026, yang mencakup tambahan‑tambahan agar semua program dapat berjalan tanpa hambatan.
Namun, usulan ini tidak disetujui sepenuhnya oleh Badan Anggaran DPR, sehingga pagu tetap dikekalkan pada Rp 8 triliun, serupa dengan pagu awal yang diajukan.
Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa dengan pagu yang telah disahkan ini, Kemkomdigi harus melakukan penyusunan ulang prioritas agar program-program Presiden dan “quick wins” yang menjadi target Kemkomdigi tetap bisa dijalankan dengan baik.
Untuk mengantisipasi keterbatasan dana, Kemkomdigi menyebut akan memanfaatkan pagu yang ada secara efisien. Beberapa langkah efisiensi yang sudah diidentifikasi antara lain pengurangan pengadaan kendaraan dinas, pembatasan rapat luar (luring), serta optimized perjalanan dinas yang dianggap tidak perlu.
Meski demikian, beberapa kegiatan yang memang memerlukan keberadaan secara fisik tetap akan diakomodasi. Misalnya pengawasan spektrum frekuensi radio di daerah-daerah terpencil yang memerlukan tim turun lapangan.
Implikasi & Harapan
Penetapan pagu yang “flat” tidak ada kenaikan dari anggaran awal menyiratkan bahwa Kemkomdigi harus kreatif dalam mengelola dana agar fungsi-fungsi penting tetap berjalan. Infrastruktur digital menjadi tulang punggung transformasi digital di banyak sector pendidikan, pemerintahan, ekonomi digital, dan konektivitas masyarakat.
Program seperti Program Sekolah Rakyat yang membutuhkan akses internet berkualitas, pemeliharaan jaringan BTS di daerah, serta data center nasional, semua memiliki andil besar terhadap kecepatan dan kualitas layanan publik.
Meskipun pagu anggaran Rp 8 triliun untuk Kemkomdigi tahun 2026 belum sesuai harapan penuh yang diajukan, keputusan ini mencerminkan keseimbangan antara aspirasi kebutuhan infrastruktur digital dan keterbatasan fiskal negara.


