Teknoloko.com – Menyambut peluncuran iPhone 17 yang diperkirakan berlangsung pada September mendatang, Digimap melalui GM Marketing Farah Fausa Winarsih, menegaskan strategi baru berbasis pendekatan personal (16/08).
Perusahaan sadar bahwa makin ke sini, banyak konsumen yang makin selektif untuk membelai gawai.
Digimap ingin melampaui sekadar penjualan produk. Staf di setiap gerai akan melakukan pendekatan edukatif, memahami kebutuhan, profesi, dan kebiasaan pelanggan terlebih dahulu, sebelum merekomendasikan lini iPhone yang paling cocok—mulai dari iPhone 13, 15, hingga seri terbaru seperti iPhone 17.
Tantangan Jarak Antar Generasi iPhone
Dengan peluncuran iPhone 17 yang hanya beberapa bulan setelah iPhone 16 (rilis April 2025), konsumen bisa merasa ragu memilih perangkat terbaru.
Strategi edukasi Digimap ini bertujuan menumbuhkan kepercayaan konsumen agar tidak merasa terburu-buru dan tetap nyaman akan pilihan mereka.
Ekspansi Gerai & Metode Pembayaran Fleksibel
Sebagai bagian dari strategi, Digimap membuka gerai baru Apple Premium Partner di Emporium Pluit Mall, menandai gerai ke-10 di Indonesia dan yang pertama di Jakarta Utara.
Gerai ini menjadi pusat layanan personal dan penawaran pembelian nyaman dengan promo potongan harga hingga Rp9 juta serta pilihan pembayaran fleksibel.
Pendekatan ini menegaskan bahwa Digimap ingin membangun Awareness sekaligus edukasi secara personal (strategi personal awareness + edukasi kebutuhan) di tengah persaingan produk premium yang ketat, ini menjadi landasan mereka menghadapi era iPhone 17.
Eitsss, Digimap Juga Masih Menjaga Relevansi Produk Lama
Menurut analisis Jawa Pos, Digimap sebelumnya juga menghadapi tantangan serupa, mempromosikan iPhone 16 Series di tengah antisipasi peluncuran iPhone 17.
Strateginya termasuk menggandeng mitra kredit (Home Credit, Dana, e-wallet “pay later”) untuk opsi cicilan 0% serta memperkuat persepsi bahwa iPhone bisa “terjangkau”.
Digimap membedakan diri lewat pendekatan yang disebut dengan Human-Centric, pendekatan penjualan yang mengutamakan hubungan dan pemahaman kebutuhan pelanggan.
Di tengah siklus rilis produk Apple yang semakin dekat dan konsumen yang semakin cerdas, strategi edukatif dan personal seperti ini menjadi aset kuat untuk mempertahankan daya tarik iPhone lama maupun baru.


