Teknoloko.com – Akhirnya daftar tahunan tokoh paling berpengaruh di dunia sains versi jurnal bergengsi Nature edisi 2025, terdapat sebuah nama yang menjadi simbol kebangkitan tak terduga: Liang Wenfeng, pendiri perusahaan AI China, DeepSeek.
Bersama rekannya, Du Mengran, Liang tidak hanya memimpin perusahaannya, tetapi juga menggetarkan fondasi industri kecerdasan buatan global dengan satu keputusan berani, membuka akses penuh model bahasa besar (LLM) canggih mereka ke publik secara gratis.
Di tengah arena yang didominasi raksasa seperti OpenAI, Google, dan Meta yang berlomba-lomba mengunci model terbaik mereka di balik API berbayar dan dinding garda DeepSeek mengambil jalan berseberangan.
Mereka merilis model seperti DeepSeek-V3 dengan performa setara GPT-4, dilengkapi dengan detail teknis arsitektur yang lengkap, dan mengizinkan penggunaan komersial secara luas.
Langkah ini ibarat memberikan cetak biru senjata canggih kepada siapa pun di tengah perlombaan senjata AI.
Dampaknya adalah revolusi demokratisasi. Ribuan peneliti, startup, dan developer di seluruh dunia, yang sebelumnya tidak mampu membayar biaya akses ke model tertutup, tiba-tiba memiliki alat mutakhir untuk berinovasi.
Gelombang penelitian dan aplikasi baru bermunculan dari garasi, lab universitas kecil, dan negara berkembang. DeepSeek berhasil memindahkan pusat gravitasi inovasi AI, dari menara gading perusahaan teknologi Silicon Valley ke komunitas global yang lebih luas dan beragam.
Liang dan Du dipuji oleh Nature bukan hanya sebagai pemimpin bisnis, tetapi sebagai katalis transformasi yang mendefinisikan ulang etos berbagi pengetahuan dalam sains modern.
Mereka membuktikan bahwa model bisnis open-source bukan hanya mungkin di dunia AI, tetapi juga menjadi kekuatan pendorong yang mempercepat kemajuan seluruh bidang.
Pengaruh mereka melampaui kode. Mereka telah memicu perdebatan mendalam tentang etika, akses, dan masa depan AI yang inklusif.
Keberhasilan mereka juga menjadi kebanggaan nasional China, menunjukkan bahwa inovasi dari negara itu tidak lagi tentang mengekor, tetapi tentang mendikte arah baru dengan filosofi yang berbeda.
Dengan masuknya mereka dalam daftar Nature, pesannya jelas, pengaruh sejati dalam sains abad ke-21 tidak lagi diukur semata-mata oleh paten yang dimiliki atau pendapatan yang dihasilkan, tetapi oleh seberapa besar Anda memberdayakan orang lain untuk mencipta. Liang Wenfeng dan Du Mengran telah menulis babak baru, dan dunia sedang mengikutinya.


