Teknoloko.com – Jika kamu mencoba mencari ChatGPT, Gemini, atau Claude di Bing.com, jangan heran jika kamu justru disambut dengan Banner promosi dari Microsoft Copilot.
Banner ini bertuliskan “Your Copilot is here“, seolah-olah mengatakan bahwa kamu tidak perlu mencari asisten AI lainnya karena jawabannya sudah ada di depan mata.
Taktik semacam ini bukan hal baru bagi Microsoft. Sebelumnya, jika kamu mencari Google Chrome di Bing, hasil teratas sering kali menyarankan agar kamu tetap menggunakan Microsoft Edge.
Bahkan, saat mencari Google.com, Bing kadang memberikan saran agar kamu tidak beralih ke mesin pencari lain.
Kini, strategi serupa digunakan untuk menyaingi para asisten AI seperti ChatGPT milik OpenAI, Gemini dari Google, dan Claude dari Anthropic.
Apa yang Terjadi Saat Kamu Cari ChatGPT di Bing?
Saat kamu mencari “ChatGPT” di Bing, kamu akan melihat:
- Banner besar bertuliskan “Your Copilot is here”
- Tombol dan kolom pencarian “Ask me anything” yang langsung mengarah ke copilot.microsoft.com
- Label kecil bertuliskan “Promoted by Microsoft” di bagian atas
Bagi pengguna awam yang tidak terbiasa dengan teknologi, tampilan ini bisa cukup membingungkan dan membuat mereka mengira bahwa Copilot adalah hasil pencarian utama atau bahkan pengganti ChatGPT.
Bagaimana dengan Google?
Meski terkesan agresif, Microsoft bukan satu-satunya pemain yang melakukan promosi semacam ini. Google juga secara rutin:
- Menampilkan iklan untuk Gemini di halaman utama pencarian
- Menampilkan pop-up saat kamu menggunakan Google Search di browser Microsoft Edge
- Mempromosikan Chrome lewat banner di YouTube saat kamu menonton lewat Edge
Dengan kata lain, persaingan di dunia AI kini juga merambah ke mesin pencari dan cara perusahaan mempromosikan produknya.
Microsoft Copilot bukanlah produk yang buruk — bahkan cukup andal untuk sebagian besar pengguna. Namun, cara Microsoft mempromosikannya lewat pencarian di Bing memang terkesan “mengalihkan perhatian” dari rival-rivalnya seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude.
Untuk pengguna yang lebih paham teknologi, ini mungkin tidak masalah. Tapi bagi pengguna biasa, taktik semacam ini bisa membingungkan dan mengarahkan mereka ke layanan yang mungkin bukan yang mereka cari. Menurutmu bagaimana?


